Ayam panggang Bu Setu Gandu, sebutan ini cukup populer oleh
masyarakat Magetan. Sebenarnya di Gandu tidak hanya Bu setu saja yang
menjual ayam panggang. Banyak juga penjual-penjual lain yang sama
seperti di tempat bu Setu, yaitu menyediakan tempat untuk lesehan di
dalam rumahnya.
Di desa Gandu, kec. Karangrejo, Magetan ini adalah
sentra ayam panggang yang sudah cukup ternama. Hampir setiap hari,
lokasi ini selalu ramai dikunjungi. Apalagi waktu bulan puasa, jika
tidak memesan tempat terlebih dahulu akan sulit untuk mendapatkan tempat
untuk menikmati kuliner ayam panggang Gandu.
Ayam panggang yang
disajikan ada ayam kampung asli dan ayam pedaging, disana ada bumbu
spesial yang khas dengan cita rasa tersendiri. Nama ayam panggang gandu
sangat populer, bahkan banyak para pejabat dan para menteri yang singgah
di Magetan untuk menikmati ayam panggang Gandu bersama rombongan.
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 10 September 2017
TEPO TAHU
Tepo adalah makanan tradisional yang ada di Magetan, makanan ini
sangat khas dan berbeda dengan daerah lainnya. Tepo ini dibuat dari
lontong dengan campuran sayur seperti taoge, sayur bayam, kangkung,
kubis dan lainnya.
Tidak ketinggalan, setiap tepo di Magetan selalu ada irisan tahu dan irisan tempenya, oleh karena itu sering kali disebut sebagai tepo tahu. Tepo ada yang dibumbui dengan sayur sambal (jangan sambel dengan santan) ada juga yang dibumbui dengan sambel pecel.
Pelengkapnya adalah ditambah kecap untuk tepo sayur sambal, ditambah dengan kerupuk. Tepo yang ditambah bumbu pecel, sering kali dinamai tepo pecel. Kalau sayurnya di campur biasa disebut tepo campur. Beberapa tepo di Magetan ada juga dikombinasikan dengan kikil sapi.
Tidak ketinggalan, setiap tepo di Magetan selalu ada irisan tahu dan irisan tempenya, oleh karena itu sering kali disebut sebagai tepo tahu. Tepo ada yang dibumbui dengan sayur sambal (jangan sambel dengan santan) ada juga yang dibumbui dengan sambel pecel.
Pelengkapnya adalah ditambah kecap untuk tepo sayur sambal, ditambah dengan kerupuk. Tepo yang ditambah bumbu pecel, sering kali dinamai tepo pecel. Kalau sayurnya di campur biasa disebut tepo campur. Beberapa tepo di Magetan ada juga dikombinasikan dengan kikil sapi.
SATE KELINCI
Berkunjung ke kawasan wisata Telaga Sarangan yang terletak di lereng
Gunung Lawu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan,
Jawa Timur, tidak lengkap jika tidak mencicipi kuliner khasnya, yakni
Sate kelinci.
Tidak sulit mencari dimana pengunjung dapat menemukan hidangan khas ini. Karena hampir di sekeliling Telaga Sarangan terdapat warung-warung tenda maupun pedagang kaki lima yang menjajakan Sate kelinci.
Data dari Dinas Pariwisata Magetan mencatat, terdapat sedikitnya 140 pedagang Sate kelinci yang berjualan di sekitar kawasan Telaga Sarangan. Mereka tergabung dalam paguyuban pedagang Sate kelinci Telaga Sarangan.
Hampir sama dengan hidangan Sate pada umumnya, hanya saja pada Sate kelinci memiliki tekstur daging yang berserat halus dan warna sedikit pucat. Sehingga rasanya lebih lembut dan gurih saat dikunyah. Tidak seperti halnya Sate daging ayam ataupun kambing.Dalam penyajiannya, Sate kelinci tak ubahnya sate lainnya. Bumbunya pun sama yaitu terdiri atas bumbu kacang dihaluskan bercampur irisan bawang merah dan kecap manis. Bagi yang suka pedas bisa ditambahkan sambal pada bumbu Satenya. Demikian juga untuk sensasi rasa segar, pada bumbu Sate bisa ditambahkan dengan air perasan irisan jeruk nipis.
Ada dua pilihan dalam menyajikan satu porsi Sate kelinci, yakni menikmati Sate dengan irisan lontong yang lembut atau nasi putih yang pulen. Hidangan ini akan terasa lebih nikmat lagi saat menyantapnya sambil menikmati pemandangan Telaga Sarangan nan elok.
Satu porsi Sate kelinci Telaga Sarangan ini terdiri dari 15 tusuk Sate dan satu piring lontong ataupun nasi putih. Satu porsinya dihargai Rp10.000,00. Atau untuk 10 tusuknya hanya merogoh kocek Rp7.000,00 saja.
Tidak sulit mencari dimana pengunjung dapat menemukan hidangan khas ini. Karena hampir di sekeliling Telaga Sarangan terdapat warung-warung tenda maupun pedagang kaki lima yang menjajakan Sate kelinci.
Data dari Dinas Pariwisata Magetan mencatat, terdapat sedikitnya 140 pedagang Sate kelinci yang berjualan di sekitar kawasan Telaga Sarangan. Mereka tergabung dalam paguyuban pedagang Sate kelinci Telaga Sarangan.
Hampir sama dengan hidangan Sate pada umumnya, hanya saja pada Sate kelinci memiliki tekstur daging yang berserat halus dan warna sedikit pucat. Sehingga rasanya lebih lembut dan gurih saat dikunyah. Tidak seperti halnya Sate daging ayam ataupun kambing.Dalam penyajiannya, Sate kelinci tak ubahnya sate lainnya. Bumbunya pun sama yaitu terdiri atas bumbu kacang dihaluskan bercampur irisan bawang merah dan kecap manis. Bagi yang suka pedas bisa ditambahkan sambal pada bumbu Satenya. Demikian juga untuk sensasi rasa segar, pada bumbu Sate bisa ditambahkan dengan air perasan irisan jeruk nipis.
Ada dua pilihan dalam menyajikan satu porsi Sate kelinci, yakni menikmati Sate dengan irisan lontong yang lembut atau nasi putih yang pulen. Hidangan ini akan terasa lebih nikmat lagi saat menyantapnya sambil menikmati pemandangan Telaga Sarangan nan elok.
Satu porsi Sate kelinci Telaga Sarangan ini terdiri dari 15 tusuk Sate dan satu piring lontong ataupun nasi putih. Satu porsinya dihargai Rp10.000,00. Atau untuk 10 tusuknya hanya merogoh kocek Rp7.000,00 saja.
BAKSO GRANAT
Bakso granat barat ala Magetan, nama yang cukup indah untuk bakso
ini. Bakso yang bukan bakso biasa ini mempunyai ukuran bakso yang
lumayan untuk mengenyangkan perut kita. Bakso sekarang ini kalau tidak
besar, kurang mantap.
Bakso granat ini sangat diminati oleh warga setempat, Sehingga yang telat datang tidak kebagian bakso jumbo ini. Antrianya pun juga tidak sedikit, bahkan pemesanannya bisa lebih dari 1 porsi, tapi untuk dibawa pulang, hehehe. Tapi, kalau soal rasa tidak perlu ditanyakan lagi, pasti anda akan mendapatkan jawabannya setelah anda merasakan bakso granat ini.
Bakso granat ini sangat diminati oleh warga setempat, Sehingga yang telat datang tidak kebagian bakso jumbo ini. Antrianya pun juga tidak sedikit, bahkan pemesanannya bisa lebih dari 1 porsi, tapi untuk dibawa pulang, hehehe. Tapi, kalau soal rasa tidak perlu ditanyakan lagi, pasti anda akan mendapatkan jawabannya setelah anda merasakan bakso granat ini.
Langganan:
Postingan (Atom)



